Buku cetak
Cerita juga diterbitkan sebagai buku cetak untuk dibaca bersama dan melengkapi koleksi perpustakaan.
PustakaDongeng adalah alat bantu storytelling untuk pustakawan dan orang tua. Produksinya memanfaatkan AI agar lebih cepat dan hemat biaya. Cerita-ceritanya bisa dibawakan langsung dalam kegiatan mendongeng di perpustakaan dan kelas, atau dibacakan di rumah.

Setiap cerita disiapkan dalam beberapa bentuk yang saling melengkapi, sehingga mudah dipakai dalam berbagai kegiatan.
Cerita juga diterbitkan sebagai buku cetak untuk dibaca bersama dan melengkapi koleksi perpustakaan.
Rak cerita untuk membawakan dongeng di layar, dan Ruang Kontributor untuk mengirim gagasan.
Gaya 2D dan sinematik realistis. Ilustrasi disiapkan dengan bantuan AI, dan setiap cerita mencantumkan kreditnya. Kami sangat mendukung karya ilustrator manusia dan terbuka untuk menampilkannya.
Narasi dan efek suara yang menghidupkan suasana, disiapkan bertahap untuk setiap cerita.
Masyarakat umum, pemustaka, maupun pustakawan sendiri. Kontributor cukup mengirim garis besar cerita lewat Ruang Kontributor, tanpa perlu pandai menulis panjang atau menggambar. Pengelola menelaah sumbernya, lalu mengembangkannya menjadi cerita bergambar.
Hasilnya dibawakan pustakawan di depan anak-anak, atau dibacakan orang tua di rumah, dengan dua cara membaca yang dirancang untuk pendongeng:
Gagasan cerita dari masyarakat atau pustakawan.
Pengelola memeriksa garis besar dan sumber.
Penulisan, ilustrasi, dan suara; AI membantu agar lebih cepat dan hemat.
Buku cetak, web, ilustrasi, dan suara.
Pustakawan atau orang tua membawakannya langsung.
Siapa pun bisa menyumbang ide. Pustakawan mengolah dan membawakannya di depan anak-anak, sementara teknologi membantu agar setiap cerita lebih cepat sampai ke pembacanya.
Rentang usia di setiap cerita merupakan saran untuk kegiatan bersama pendamping.

Pustakawan Akademik di Perpustakaan Politeknik Negeri Semarang. Mengembangkan sistem PustakaDongeng serta menyusun cerita bersama para kontributor.